Monday, 29 September 2014

tujuan dan manfaat pemasaran

BAB I
PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang Masalah
Pemasaran merupakan salah satu hal yang tidak dapat dipisahkan dalam aktivitas bisnis. Pemasaran bukan hanya sebagai sebuah fungsi atau departemen dalam perusahaan, tetapi bagaimana pasar bisa berjalan secara kreatif dan inovatif. Pemasaran bukan hanya studi untuk menjual atau seperti yang dipahami beberapa kalangan hanyalah marketing mix(baruan pemasaran) semata. Namun, pengertian terhadap pemasaran itu sendiri cakupannya lebih luas.[1]
Perkembangan dunia usaha yang dinamis dan penuh persaingan menuntut perusahaan untuk melakukan perubahan orientasi terhadap cara mereka melayani konsumennya, menangani pesaing, dan mengeluarkan produk. Persaingan yang ketat menuntut perusahaan untuk semakin inovatif dalam mengeluarkan produk yang sekiranya disukai konsumen. Tanpa inovasi, produk suatu perusahaan bisa tenggelam dalam persaingan dengan produk-produk lain yang semakin memenuhi pasar.
Di lain pihak konsumen juga semakin kritis terhadap apa yang mereka terima dan harapkan dari sebuah produk. Jika ternyata tidak sesuai dengan harapan pelanggan, perusahaan tidak hanya akan kehilangan kepercayaan pelanggan tetapi juga berpotensi akan kehilangan pelanggan potensial. Pelanggan yang puas akan terus melakukan pembelian, dan pelanggan yang tidak puas akan menghentikan pembelian produk bersangkutan dan kemungkinan akan menyebarkan berita tersebut pada orang lain.[2]
B.     Rumusan Masalah
1.      Tujuan dari pemasaran sendiri itu apa?
2.      Bagaimana dalam melaksanakan pemasarannya berdasarkan tujuan dan manfaatnya?
3.      Bagaimana manfaat pemasaran itu?

C.    Tujuan Masalah
1.      Mengetahui bagaimana tujuan pemasaran itu, didalam memasarkan produknya.
2.      Agar dapat menjadikan sebuah pembelajaran baru tentang tujuan dan manfaat pemasaran.
3.      Mengetahui manfaat yang dapat ditunjukkan dalam pemasaran





BAB II
PEMBAHASAN
A.    Tujuan Sistem Pemasaran
Memaksimalkan konsumsi, kepuasan konsumen, pilihan konsumen, dan kualitas hidup.

Walau ada kekuatan atau pelaku utama, sistem pemasaran berisikan kegiatan-kegiatan dari ratusan ribu organisasi yang ada dimuka bumi ini. Pada dasarnya masing-masing pihak mengutamakan kepetingan pribadi. Pembeli menginginkan produk yang berkualitas dengan harga terjangkau, pelayanan yang baik, produk yang diperoleh terjangkau, banyak pilihan dan ada jaminan.
Dan menurut saya pemasaran menghadapi banyak keputusan pada saat memepersiapkan peluncuran produk yang melalui, sebagai berikut:
1.      Konsumen mana yang dijadikan pasar sasaran.
2.      Kebutuhan dan keinginan konsumen.
3.      Produk desain dan penetapan harga.
4.      Perantara pendistribusiannya dan berapa banyak yang harus didistribusikan.
5.      Promosi yang dilakukan.
Publik mencermati apakah produk aman digunakan, apakah pembuatannya tidak merusak lingkungan, apakah persaingan dilakukan dengan adil, apakah promosi dan harga tidak menipu dan lain-lainnya.
Suatu sistem pemasaran terdiri dari berbagai subsistem pemasaran yang saling terkait dan berhubungan satu sama lainnya secara terorganisir untuk mencapai tujuan tertentu. Sistem pemasaran melihatkan berbagai subsistem baik internal maupun eksternal terkait seperti penjual, pembeli, barang/jasa, pemasok, publik, pemerintah, sistem perekonomian, politik, budaya, dan faktor lain-lain yang saling terkait dan memberikan pengaruh terhadap hubungan organisasi dengan pasarnya. Kegiatan-kegiatan pemasaran menimbulkan berbagai pengaruh terhadap masyarakat, oleh karenanya tujuan sistem pemasaran yang dikemukakan Juga cenderung berbeda-beda.[3]
Dengan adanya sistem pemasaran, ada 4 sasaran yang bisa dicapai, yakni:
1.      Memaksimalkan konsumsi, dimana konsumen bebas mengkonsumsi atau memakai produk yang mampu dibelinya.
2.      Memaksimalkan pilihan konsumen, sebab produk yang memuaskanlah yang akan dibeli konsumen. Dan dikarenakan produsen tidak hanya satu. Satu sama lainnya tentu memberikan yang terbaik bagi konsumen agar bisa memenangkan persaingan. Memaksimalkan kepuasan konsumen. Keinginan manusia ini beragam, misalnya soal sepatu, sama-sama sepatu tetapi dari gaya dan warnanya manusia itu berbeda-beda keinginannya. Kembali lagi bahwa pemasaran dimulai dengan mengenali kebutuhan dan keinginan konsumen, barulah menciptakan produk untuk memenuhinya.[4]
3.      Memaksimumkan kepuasan konsumen melalui berbagai pelayanan yang diinginkan.[5]Ada beberapa cara mengukur dan mengamati tingkat kepuasan konsumen/pelanggan yaitu:
a.       Sistem Keluhan dan Saran
Misalnya dengan cara menyediakan formulir dan kotak saran di tempat-tempat tertentu yang mudah dilihat oleh konsumen. Diharapkan saran dan kritik dan konsumen tersebut dapat mengevaluasi memperbaiki kinerja organisasi di masa mendatang. Kelebihan sistem ini adalah murah dan mudah untuk diterapkan.Kekurangannya adalah kurang menggambarkan secara rinci dan lengkap.
b.      Survei Kepuasan Konsumen
Sistem keluhan dan saran kadang-kadang dirasakan tidak memadai, karena tidak menggambarkan secara engkap kepuasan dan kekecewaan konsumen.Berdasarkan penelitian ternyata banyak konsumen yang merasa kecewa atau tidak puas terhadap suatu produk atau pelayanan tidak menyampaikannya melalui kotak saran yang telah disediakan. Beberapa konsumen mungkin merasa bahwa keluhannya tidak akan berlanjut atau banyak yang tidak ditanggapi. Kelebihan sistem ini adalah menggambarkan keluhan dan kepuasan konsumen secara lengkap karena beberapa buah pertanyaan telah direncanakän dan dipersiapkan secara matang, misalnya dalam bentuk wawancara atau kuesioner.[6]

4.      Memaksimalkan kualitas hidup. Dengan konsumsi yang lebih tinggi, kepuasan yang lebih besar serta pilihan yang lebih banyak.[7] Dan dengan adanya sistem pemasaran, kualitas, persediaan, dan harga barang akan lebih berkembang yang pada akhirnya akan meningkatkan kesejahteraan atau kualitas hidup masyarakat.[8]
Apabila kepuasan konsumen tersebut terpenuhi, maka hasil penjualan produknya akan meningkat, dan akhirnya tujuan pemasaran dapat tercapai, yaitu perolehan laba. Sebaliknya, apabila perusahaan melalaikan kebutuhan konsumen dan hanya berfikir dari sudut pandang produsen saja, kemungkinan hasil penjualan produknya akan menurun, sehingga laba yang diperoleh minim, bahkan dapat terjadi adanya kerugian. Kepuasan konsumen adalah segalanya bagi perusahaan yang berorientasi kepada pemasaran/marketing.[9]
Perlu diketahui bahwa pembentukan organisasi pemasaran sangat penting dalam rangka konsep pemasaran yang terpadu (integred marketting), agar pelaksanaannya dapat terkoordinasikan terarah pencapaian tujuan pemasaran. Sebenarnya bila dibicarakan mengenai pemasaran yang terpadu, ini akan berkaitan pada dua hal, yakni:
a.       Marketting mix yakni usaha-usaha untuk mengintegrasikan peralatan pemasaran (marketting tools) yang terdiri dari unsur-unsur yang kita kenal dengan produk (product), harga (prince), penyaluran (place), dan promosi (promotion) 4P.
b.      Organisasi pemasaran dan perusahaan untuk perpaduan usaha-usaha dari bagian-bagian yang ada di pemasaran dan di perusahaan, walaupun kemungkinan terdapat konflik, maka hal ini hendaknya diperkecil dengan usaha-usaha koordinasi.[10]

B.     Tujuan Penggunaan Konsep Pemasaran
Sebuah perusahaan yang didirikan mempunyai tujuan utama, yaitu mencapai tingkat keuntungan tertentu, pertumbuhan perusahaan atau peningkatan share pasar. Didalam pandangan konsep pemasaran, tujuan perusahaan ini dicapai melalui kepuasan konsumen. Kepuasan konsumen diperoleh setelah kebutuhan dan keinginan konsumen dipenuhi melalui kegiatan pemasaran yang terpadu.
Tujuan penggunaan konsep pemasaran adalah mengubah orientasi falsafah manajemen pemasaran lain yang ternyata telah terbukti tidak berhasil mengatasi berbagai persoalan, karena adanya perubahandalam ciri-ciri pasar dewasa ini yang cenderung berkembang. Perubahan tersebut terjadi antara lain karena pertambahan jumlah penduduk, pertambahan daya beli, peningkatan dan meluasnya hubungan atau komunikasi, perkembangan teknologi, dan perubahan faktor lingkungan pasar lain.konsep pemasaran ini telah banyak menunjukkan manfaat dan telah banyak dianut oleh perusahaan di negara-negara maju dan berkembang seperti Amerika Serikat, Jepang, dan Jerman Barat.
Umumnya perusahaan yang berhasil adalah perusahaan yang melaksanakan konsep pemasaran yang berorientasi kepada konsumen, karena perusahaan ini lah yang mampu menguasai pasar dalam waktu jangka panjang.[11]

C.    Manfaat Pemasaran
Form, Place, Time, Informasi and Utility
Keempat tujuan diatas dapat tercapai apabila pemasaran memberikan konstribusi atau manfaat. Agar keempat tujuan diatas tercapai, pemasaran harus memberikan manfaat seperti dibawah ini:
1.      Kegunaan bentuk(form utility)
Pada intinya, pemasaran bertujuan untuk memenuhi kebutuhan dan keinginan individu, dan organisasi dengan cara menciptakan dan mempertukarkan nilai satu sama lain. Contohnya: kayu menjadi meja. Pemasaran mendorong terjadinya perubahan bentuk dari bahan baku maupun komponen menjadi barang jadi.
2.      Kegunaan tempat(place utility)
Kegunaan ini diperoleh konsumen karena dengan pemasaran, produk dibuat pada tempat yang dapat didatangi.
3.      Kegunaan waktu(time utility)
Ini berkaitan bahwa dengan kenyatan bahwa konsumen dapat memperoleh produk pada saat yang diinginkan.
4.      Kegunaan informasi(informasi utlity)
Pemasaran melakukan promosi untuk menginformasikan produk kepada konsumen, membujuk konsumen agar membeli dan mengingatkan konsumen agar tidak melupakan produknya. Dalam tugas menginformasikan tersebut, konsumen memperoleh manfaat berupa pengetahuan mengenai produk maupun hal-hal lain yang berkaitan dengan produk. Contohnya: iklan susu anlen. Dalam iklan tersebut disebutkan bahwa tulang akan semakin kropos sejalan dengan bertambahnya usia. Dari iklan tersebut diperoleh dua informasi, yakni efek negatif yang terjadi pada tulang bersamaan dengan semakin bertambahnya usia dan sesuatu yang dapat mencegah efek negatif tersebut.
5.      Kegunaan kepemilikan(possession utility)
Kegunaan ini terjadi pada saat konsumen membeli produk dan kepemilikan dialihkan dari penjual kepada konsumen.[12]


BAB III
PENUTUP

A.    Kesimpulan
Dalam pemasaran terdapat tujuan dan manfaatnya, dimana tujuan dari pemasaran itu yakni:
1.      Memaksimalkan konsumsi.
Jika dalam mengkonsumsi ini konsumen bebas untuk membeli atau tidak produk yang menurutnya mampu untuk dibeli.
2.      Memaksimalkan kepuasan konsumen.
Melalui pelayanan yang diinginkan oleh konsumen, dengan melihat atau mengamati tingkat kepuasan konsumen.
3.      Memaksimumkan pilihan konsumen.
Dengan berbagai macam produk yang dapat memuaskan konsumen, maka banyak beragam, dan jenis barang yang di produksi. Guna untuk melayani pilihan konsumen dan persaingan antar produsen.
4.      Memaksimumkan kualitas hidup konsumen.
Tujuan yang bernilai bagi sistem pemasaran. Dengan adanya sistem pemasaran, kualitas, persediaan, dan harga barang akan lebih berkembang yang pada akhirnya akan meningkatkan kesejahteraan atau kualitas hidup masyarakat.
Kemudian dalam manfaatnya ini berdasarkan:
1.      Kegunaan dalam bentuk
2.      Kegunaan dalam waktu
3.      Kegunaan dalam tempat
4.      Kegunaan dalam informasi
Dan dengan demikian adanya keterkaitan dari manfaat diatas, dalam pengambilan manfaat pemasaran ini. Yang disitu bersetujuan untuk mencapai sebuah target yang maksimal didalam melakukan sebuah pemasaran (marketting).
DAFTAR PUSTAKA

Anggi,Fungsi Perusahaan Pemasaran, http://anggirocker.blogspot.com, 24 September 2014
Nurul Aulia Rahma, Pemasaran , http://nurulauliarahma.blogspot.com, 24 September 2014
Hemawan Kertajaya dan Sakir Sula, Pengantar Muhammad Syafi’i Antonio, Syariah Marketing,  Bandung:  Mizan Media Utama, 2006
Setiadi, Nugroho J.,Perilaku Konsumen, Jakarta, Kencana, 2003
Bilson Simamora, MEMENANGKAN PASAR Dengan Pemasaran Efektif dan Profitable,           Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama 2003
Sofjan Assauri, M.B.A MANAJEMEN PEMASARAN Dasar, Konsep & Strategi, Jakarta:                      PT Rajagrafindo Persada, 2011
Kasmir, Manajemen Perbanka, Jakarta: PT Rajagrafindo Persada, 2012



[1] Hemawan Kertajaya dan Sakir Sula, Pengantar Muhammad Syafi’i Antonio, Syariah Marketing, Bandung: Mizan Media Utama, 2006, hlm. 139
[2] Setiadi, Nugroho J.,Perilaku Konsumen, Jakarta, Kencana, 2003, Hal. 16

[3] Anggi,Fungsi Perusahaan Pemasaran, http://anggirocker.blogspot.com, 24 September 2014

[4] Bilson Simamora, MEMENANGKAN PASAR Dengan Pemasaran Efektif dan Profitable, Jakarta, 2003, PT Gramedia Pustaka Utama, Hal.15-16
[5] Dr.Kasmir, SE., M.M., MANAJEMEN PERBANKA, Jakarta, 2012, PT Rajagrafindo Persada, Hal.197
[6] Anggi,Fungsi Perusahaan Pemasaran, http://anggirocker.blogspot.com, 24 September 2014
[7] Bilson Simamora, MEMENANGKAN PASAR Dengan Pemasaran Efektif dan Profitable, Jakarta, November 2003, PT Gramedia Pustaka Utama,Hal.16
[8]Anggi,Fungsi Perusahaan Pemasaran, http://anggirocker.blogspot.com, 24 September 2014
[9] Nurul Aulia Rahma, Pemasaran , http://nurulauliarahma.blogspot.com, 24 September 2014
[10] Prof.Dr.Sofjan Assauri, S.E., M.B.A MANAJEMEN PEMASARAN Dasar, Konsep & Strategi, Jakarta: Rajawali Pers, 2011, PT Rajagrafindo Persada, 2011, Hal.325
[11] Ibid.85-86
[12] Bilson Simamora, MEMENANGKAN PASAR Dengan Pemasaran Efektif dan Profitable, Jakarta, 2003, PT Gramedia Pustaka Utama, Hal.16-18

Sunday, 29 June 2014

Hukum Cyber Law


Aspek Hukum Cyber Law Dalam Perdagangan Online

A.    Hukum Cyber
Hukum Siber (Cyber Law) adalah istilah hukum yang terkait dengan pemanfaatan teknologi informasi. Istilah lain yang juga digunakan adalah hukum Teknologi Informasi (Law of Information Techonology) Hukum Dunia Maya (Virtual World Law) dan Hukum Mayantara. Istilah-istilah tersebut lahir mengingat kegiatan internet dan pemanfaatan teknologi informasi berbasis virtual. Istilah hukum siber digunakan dalam tulisan ini dilandasi pemikiran bahwa cyber jika diidentikan dengan “dunia maya” akan cukup menghadapi persoalan ketika terkait dengan pembuktian dan penegakan hukumnya. Mengingat para penegak hukum akan menghadapi kesulitan jika harus membuktikan suatu persoalan yang diasumsikan sebagai “maya”, sesuatu yang tidak terlihat dan semu.
Di internet hukum itu adalah cyber law, hukum yang khusus berlaku di dunia cyber. Secara luas cyber law bukan hanya meliputi tindak kejahatan di internet, namun juga aturan yang melindungi para pelaku e-commerce , e-learning pemegang hak cipta, rahasia dagang, paten, e-signature dan masih banyak lagi.

B.     Latar Belakang Terbentuknya CyberLaw
Cyber law erat lekatnya dengan dunia kejahatan. Hal ini juga didukung oleh globalisasi. Zaman terus berubah-ubah dan manusia mengikuti perubahan zaman itu. Perubahan itu diikuti oleh dampak positif dan dampak negatif. Ada dua unsur terpenting dalam globalisasi. Pertama, dengan globalisasi manusia dipengaruhi dan kedua, dengan globalisasi manusia mempengaruhi (jadi dipengaruhi atau mempengaruhi).

C.     Bentuk Kejahatan Komputer dan Siber
1.      Penipuan Komputer (computer fraudulent).
2.      Pencurian uang atau harta benda dengan menggunakan sarana komputer/ siber dengan melawan hukum. Bentuk kejahatan ini dapat dilakukan dengan mudah dalam hitungan detik tanpa diketahui siapapun juga. Bainbdridge (1993) dalam bukunya Komputer dan Hukum membagi beberapa macam bentuk penipuan data dan penipuan program:
a.       Memasukkan instruksi yang tidak sah, seperti contoh seorang memasukkan instruksi secara tidak sah sehingga menyebabkan sistem komputer melakukan transfer uang dari satu rekening ke rekening lain, tindakan ini dapat dilakukan oleh orang dalam atau dari luar bank yang berhasil memperoleh akses kepada sistem komputer tanpa izin.
b.      Perubahan data input, yaitu data yang secara sah dimasukkan ke dalam komputer dengan sengaja diubah. Cara ini adalah suatu hal yang paling lazim digunakan karena mudah dilakukan dan sulit dilacak kecuali dengan pemeriksaan berkala.
c.       Perusakan data, hal ini terjadi terutama pada data output, misalanya laporan dalam bentuk hasil cetak komputer dirobek, tidak dicetak atau hasilnya diubah.
d.      Komputer sebagai pembantu kejahatan, misalnya seseorang dengan menggunakan komputer menelusuri rekening seseorang yang tidak aktif, kemudian melakukan penarikan dana dari rekening tersebut.
e.       Akses tidak sah terhadap sistem komputer atau yang dikenal dengan hacking. Tindakan hacking ini berkaitan dengan ketentuan rahasia bank, karena seseorang memiliki akses yang tidak sah terhadap sistem komputer bank, sudah tentu mengetahui catatan tentang keadaan keuangan nasabah dan hal-hal lain yang haru dirahasiakan menurut kelaziman dunia perbankan.
3.      Penggelapan, pemalsuan pemberian informasi melalui komputer yang merugikan pihak lain dan menguntungkan diri sendiri.
4.      Hacking, adalah melakukan akses terhadap sistem komputer tanpa izin atau dengan malwan hukum sehingga dapat menebus sistem pengamanan komputer yang dapat mengancam berbagai kepentingan.
5.      Perbuatan pidana perusakan sistem komputer (baik merusak data atau menghapus kode-kode yang menimbulka kerusakan dan kerugian). Perbuatan pidana ini juga dapat berupa penambahan atau perubahan program, informasi, dan media.
6.      Pembajakan yang berkaitan dengan hak milik intelektual, hak cipta, dan hak paten.
Banyak sekali penyalahgunaan yang dilakukan netter. Penyalahgunaan kebebasan yang berlaku di dunia maya kerap membuat netter bersikap ceroboh dan menggampangkan persoalan. Berikut bentuk-bentuk penyalahgunaan itu:
·         Pencurian password, peniruan atau pemalsuan akun.
·         Penyadapan terhdapa jalur komunikasi sehingga memungkinkan bocornya rahasia perusahaan atau instansi tertentu.
·         Penyusupan sistem computer.
·         Membanjiri network dengan trafik sehingga menyebabkan crash.
·         Perusakan situs.
·         Spamming alias pengiriman pesan yang tidak dikehendaki ke banyak alamat email.
·         Penyebaran virus dan worm.
Kejahatan komputer berdasarkan pada cara terjadinya kejahatan komputer itu menjadi 2  kelompok (modus operandinya), yaitu:
Internal crime
Kelompok kejahatan komputer ini terjadi secara internal dan dilakukan oleh orang dalam “Insider”. Modus operandi yang dilakukan oleh “Insider” adalah:
a.       Manipulasi transaksi input dan mengubah data (baik mengurang atau menambah)
·         Mengubah transaksi (transaksi yang direkayasa).
·         Menghapus transaksi input (transaksi yang ada dikurangi dari yang sebenarnya).
·         Memasukkan transaksi tambahan.
·         Mengubah transaksi penyesuaian (rekayasa laporan yang seolah-olah benar).
b.      Memodifikasi software/ termasuk pula hardware
External crime
Kelompok kejahatan komputer ini terjadi secara eksternal dan dilakukan oleh orang luar yang biasanya dibantu oleh orang dalam untuk melancarkan aksinya. Bentuk penyalahgunaan yang dapat digolongkan sebagai external crime adalah:
1)      Joy computing
2)      Hacking
3)      The Trojan House
4)      Data Leakage
5)      Data diddling
6)      To frustrate data communication
7)      Software piracy

D.    Teori-teori yang Melandasi Perkembangan Dunia Maya (Cyber)
Ada beberapa guidance bagi kita untuk mengerti seluk beluk perdagangan secara elektronik dengan melihat teori-teori dibawah ini:
1.      Teori Kepercayaan (vetrowen theory): Teori menjelasan bahwa ada pernyataan objektif yang dipercayai pihak-pihak. Tercapainya kata sepakat dengan konfirmasi tertulis.
  1. Teori Pernyataan (verklarings theory): Keadaan objektif realitas oleh penilaian masyarakat dapat menjadi persetujuan tanpa mempedulikan kehendak pihak-pihak
  2. Teori Kehendak (wills theory): Teori menitikberatkan pada kehendak para pihak yang merupakan unsure essensil dalam pernjanjian.
  3. Teori Ucapan (uitings theorie): Teori ini menganut sistem dimana penawaran ditawarkan dan disetujui maka perjanjian tersebut sudah sempurna dan mengikat kedua belah pihak sebagai undang-undang.
  4. Teori Penawaran (ontvangs theorie): Konfirmasi pihak kedua adalah kunci terjadinya pernjanjian setelah di pihak penerima menerima tawaran dan memberikan jawaban.
  5. Teori Pengetahuan (vernemings theorie): Konsensus dalam bentuk perjanjian tersebut terjadi bila si penawar mengetahui hukum penawaran disetujui walaupun tidak ada konfirmasi.
  6. Teori Pengiriman (verzendings theorie): Bukti pegiriman adalah kunci dari lahirnya pernjajian, artinya jawaban dikirim, pada saat itulah sudah lahir perjanjian yang dimaksud.
Kompetensi relatif dalam dunia maya (cyber) dapat menjadi acuan bagi pihak berperkara dalam dunia maya atas dasar teori-teori berikut ini:
1.      Teori akibat (leer van het gevolg): Teori ini menitikberatkan pada akibat suatu peristiwa hukum yang melawan hukum ditempat dimana tindak pidana itu memunculkan akibat.
  1. Teori alat (leer van instrument): Tempat terjadinya tindak pidana selaras dengan instrument yang digunakan dengan tindak pidana itu.
  2. Teori perbuatan materiil (leer van lechamelijke daad): Teori ini menunjuk tempat terjadinya tindak pidana adalah kunci.
  3. Teori gabungan: Teori yang juga merupakan gabungan ketiganya: akibat alat dan perbuataan materiil.


Monday, 2 June 2014

Teknik Perdagangan Online



Teknik Jual Beli Menggunakan Media Online


Internet telah lama menjadi salah satu media bagi penjual dan pembeli untuk bertemu dan melakukan transaksi jual maupun beli, baik dalam jumlah kecil (partai eceran) maupun besar (partai grosir). Bagi pemain lama mungkin sudah menguasai seluk-belum bisnis online dari a sampai z, namun untuk pemula mungkin akan butuh panduan aman bertransaksi jual beli di internet yang menyimpan berjuta peluang beserta resiko.
1.       Pengertian Jual Beli
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, Jual beli adalah persetujuan saling mengikat antara penjual, yakni pihak yang menyerahkan barang, dan pembeli sebagai pihak yang membayar harga barang yang dijual.
Secara etimologis, Jual beli adalah tukar menukar harta dengan harta, artinya dalam transaksi jual beli adalah transaksi tukar menukar antara harta milik penjual biasanya berupa barang dengan harta milik pembeli biasanya berupa uang. Kenapa disebutkan biasanya? Karena dalam transaksi ini juga bisa terjadi tukar menukar barang dengan barang yang disebut jual beli dengan cara barter atau transaksi tukar menukar uang dengan uang yang disebut jual beli money changer. Artinya Jual beli terjadi karena adanya penawaran oleh penjual dan adanya permintaan oleh pembeli yang saling melengkapi.

Pengertian Online
Online adalah keadaan terkoneksi dengan jaringan internet. Dalam keadaan online kita dapat berselancar di internet dengan melakukan kegiatan secara aktif sehingga dapat menjalin komunikasi baik komunikasi satu arah seperti membaca berita dan artikel dalam website maupun komunikasi dua arah seperti chatting dan saling berkirim email.

Pengertian Jual beli Online
Bahwa Jual beli online adalah aktifitas jual beli berupa transaksi penawaran barang oleh penjual dan permintaan barang oleh pembeli secara online dengan memanfaatkan teknologi internet.
2.       Keuntungan dan Kerugiannya
Di dalam beberapa waktu terakhir ini orang yang menggunakan internet semakin meningkat dan dalam penggunaanya juga bervariasi. Misalnya, ada yang hanya untuk memperoleh informasi, mencari teman baru atau mencari pekerjaan. Tetapi aplikasi internet yang booming pada saat ini adalah tentang toko E-Commerce atau Online. Penggunaan internet dan fasilitas di internet saat melakukan pemasaran disebut dengan e-marketing. Pemasaran online adalah kegiatan dalam menjual produk atau jasa melalui jaringan digital, seperti jaringan internet maupun telepon. Sedangkan e-marketing adalah  penggunaan aplikasi elektronik dalam rangka untuk perencanaan dan pelaksanaan konsep promosi, distribusi, menentukan harga untuk menciptakan pertukaran informasi yang dapat memuaskan individu atau organisasi.
Ada beberapa keuntungan dan kerugian toko online daripada toko offline. Dalam berbisnis yang populer pada saat ini, pemasaran online memiliki beberapa keunggulan. Pertama, biaya yang lebih murah artinya dengan pemasaran online kita tidak perlu membangun atau menyewa kios di tepi jalan. Keunggulan yang kedua yaitu tidak terikat oleh waktu dan tempat. Artinya, dalam pemasaran online kita dapat memasarkan produk kapan dan dimana saja yang dapat mencakup di seluruh dunia. Kita juga dapat memutuskan kapan dan dimana kita akan bekerja, bahkan kita tidak harus bekerja dalam waktu yang sama dalam melakukan pekerjaan.
Keunggulan yang ketiga yaitu dalam bisnis online kita bisa menjadi manager dan pemiliknya sendiri. Karena dalam bisnis online tidak terikat oleh siapapun, kita tidak perlu “Bos” yang mengatur jadwal pekerjaan dan dalam menjalankan bisnisnya. Tetapi, disini kita yang mengatur jadwal dan menentukan strategi pemasaran agar memperoleh target pendapatan yang maksimal. Keunggulan terakhir yaitu, menghemat waktu dan uang. Artinya, dalam melalui situs pemasaran online yang kita buat, kita dapat mengirimkan daftar produk sehingga dapat dilihat oleh para pelanggan. Dalam situs tersebut pasti ada pelanggan yang akan menanyakan “produk dan jasa apa yang tersedia?”. Tetapi dengan sendirinya pelanggan tersebut akan melihatnya tidak perlu membutuhkan karyawan dalam menjawab tersebut. Apabila pelanggan tersebut menginginkan untuk membeli produk tersebut juga tidak perlu membutuhkan karyawan untuk melayaninya.
Di dalam pemasaran online memiliki banyak keuntungan dan kerugian seperti yang telah dijelaskan diatas, kita tidak perlu takut tentang hal itu. Pemasaran online selalu ada ide yang sangat bagus yang terjadi dalam kegiatan bisnis. Banyak orang yang mencari apa yang dibutuhkan dengan mengunjungi internet terlebih dahulu untuk mencari berbagai referensi sebelum membelinya di toko. Tetapi, masih banyak orang yang lebih memilih membeli suatu produk melalui toko online daripada di mall ataupun supermarket. Karena pada saat ini banyak orang modern sehingga lebih memilih membeli produk dengan simple yaitu dengan toko online. Hanya dengan menjadi suatu pengusaha yang jujur dan baik, sehingga dapat memperoleh keuntungan yang efisien daripada kerugian.

3.       Cara menarik pembeli
Ø  Promosi ONLINE
Cara inilah yang sangat kami anjurkan untuk Sahabat, karena dengan cara ini Sahabat memiliki peluang yang sangat BESAR untuk bisa menjual PRODUK sahabat.
Ø  Melalui Email
Ø  Melalui Iklan Baris
Ø  Melalui Blog atau Website
Ø  Melalui Google Adwords atau PPC Lokal
4.       Analisis SWOT perdagangan online
a.       Strenght
·         Bermacam-macam produk yang di tawarkan
·         Produk yang di tawarkan berkualitas
·         Harga kompetitif
·         Ketersediaan barang dijamin
·         Kepuasan pelanggan terjamin
b.       Weakness
·         Banyak mayarakat yang belum tahu tentang bisnis online ini
·         Rentan terhadap kecurangan e-commerce seperti hacker
·         Banyak masyarakat yang belum mempunyai akun paypal
·         Banyak pesaing di luar sana yang lebih bagus lagi
c.       Opportunities
·         Memberikan keuntungan yang cukup besar.
·         Prospek atau peluangnya cukup besar untuk dikembangkan
·         Permintaan pasar dijaman yang modern ini semakin meningkat
d.       Threath
·         Banyak jenis usaha yang sama sebagai pesaing.
·         Persaingan dalam pemasaran yang semakin ketat.
·         Dalam era global seperti sekarang ini persaingan tidak hanya ada pada lingkup dalam negeri tapi seluruh dunia adalah pesaing kita.
5.       Kesimpulan
Jadi ada lelurangan dan keledihannya dalam melakukan jual beli online, dan juga memang harus menjanjikan antara prmbreli dan penjual. Saling ada rasa percaya agar dapat membaik dalam bertransaksi jual beli.